Dokumen Apa Saja yang Harus Dipersiapakan untuk Mengikuti Program Weltwärts? #1

By | November 17, 2018

Tanggal 12 Februari tahun 2018 menjadi hari yang sangat special bagiku karena hari itu aku mendapatkan kepastian akan masa depan hubungan kita *eh! maksudnya kepastian tentang aku jadi berangkat ke Jerman atau tidak. Iya aku lolos seleksi Weltwärts Program 2018-2019. Namaku ada di urutan ke dua berdasarkan prioritas GREAT Indonesia. Seneng? Seneng banget lah! Tapi proses yang harus aku lalui setelah aku menerima email pengumuman seleksi tidak semudah itu, Fernando...
Sejak hari itu sampai minimal satu tahun ke depan, semua prioritas aku akan berubah total. Dan memang benar sih semua itu kejadian. Dari hal yang sudah aku duga dan aku persiapkan sebelumnya sampai dengan hal-hal lain yang tidak pernah aku bayangkan sama sekali. Kalau mau diumpamakan, buat aku Weltwärts ini adalah life changing experience banget. Jadi setelah aku tahu kalau aku lolos seleksi dan sensasi deg-degan udah habis semua, aku langsung ngetwit gini:
Iya, sejak aku dihujat karena pernah nulis status tentang FPI di Facebook aku beralih ke Twitter yang warganya adem ayem. Aku bisa menjadi lebih 'apa adanya' di Twitter daripada di Instgram. Ya, walaupun lebih 'blak-blakan' kalau nulis di blog sih... tapi lebih real time di Twitter. Jadi kalau mau tahu aku itu sebenarnya seperti apa gih follow akun Twitter aku! Kenapa nama akun Twitterku berubah jadi Bukan Calon Mantu Idaman? Ini ada juga ada ceritanya sendiri (true story :p), panjang kalau cerita di post ini. Lain waktu kalau aku udah siap dengan segala kosekuensinya aku bakal cerita deh, janji!
***
Well, setelah aku share tentang tips lolos seleksi interview Weltwärts Reverse Program bulan Oktober lalu sekarang giliran aku bahas tentang step yang penting yaitu mengumpulkan dokumen yang diperlukan untuk proses administrasi selanjutnya. 
Oh iya, sebelumnya aku mau cerita nih. Proses seleksi Weltwärts ini berbeda dari tahun ke tahun. Berdasarkan pengalamanku tahun 2016-2017 & 2017-2018 dokumen-dokumen yang aku persiapkan di step ini sudah harus dikumpulkan sejak pendaftaran pertama kali sebelum interview. Jadi entah kamu nanti bakal lolos ke tahap interview atau enggak kamu harus ngumpulin semua persyaratan dokumen termasuk passport, SKCK, medical certificate, language certificate (atau proof of participation in language course), dan supporting documents lainnya.
Tapi, proses seleksi tahun 2018-2019 teknisnya berbeda. Untuk bisa masuk ke tahap interview aku harus mengisi Google form yang berisi pertanyaan general mengenai Weltwärts dan motivasi aku mengikuti program tersebut. Setelah itu ada seleksi interview dan baru setelah interview, kandidat yang lolos disuruh melengkapi persyaratan administrasi lainnya yang diperlukan. 
Kalau tahun 2019-2020 bagaimana? Tunggu saja pengumumannya nanti! Teknis seleksi pasti akan dijelaskan secara rinci di Official Website GREAT Indonesia kok. Jangan lupa pantengin semua social media GREAT ya! Ohya bocoran buat kamu nih, mereka lebih update di Instagram dibandingkan platform lainnya. Hayooo udah follow akun Instgram GREAT Indonesia belum? 

Jadi, dokumen apa saja nih yang harus dipersiapkan untuk mengikuti program Weltwärts ini? Aku bakal jelasin satu per satu biar kamu ada gambaran dan bisa mempersiapkan dari sekarang ya!

Application Form IJGD

Lho kok application form lagi? Pasti kamu bingung ya :p hahahaha. Iya, untuk tahap selanjutnya aku harus mengisi application form dari host organisation di Jerman. Pertanyaannya enggak jauh beda kok sama application form yang aku isi sebelum interview itu. Jadi aku bisa copy paste atau modifikasi jawaban aku. Dalam form ini ada kolom motivation letter. Personally, ini adalah point paling challenging buat aku sih karena bikin motivation letter itu susah-susah gampang. Tipsnya? Aku pernah minta salah satu alumni program ini namanya Serevina buat ngirim application form yang dia tulis ke aku dan untungnya dia mau. Motivation letter yang dia tulis jadi sumber inspirasi aku buat nulis motivation letter aku sendiri. Bersyukur banget waktu itu Sere mau ngirim application form punya dia ke aku. Jadi, kalau diantara kamu yang baca ini mau aku kirim application form yang aku tulis bilang aja ya via email, dm Instagram atau dm Twitter. 

Language Certificate or...

Idealnya kamu harus sudah punya minimal certificate A1 bahasa Jerman untuk mengikuti prgram Weltwärts ini. Tapi tenang saja Ferguso... kalau saat ini kamu masih belum pegang certificate itu ada opsi lain kok! 

Opsi pertama, provide a proof of your current language skills if you already possess it. It is a precondition to prove knowledge of the German language, at least a certificate of German Level A.1. Experience shows that basic German is decisive for the visa-procedure as well as for the successful voluntary work in the project. 

Dan opsi kedua adalah... in case you do not yet have the A1-certificate but participate in a German course to obtain the same, please send the confirmation of participation in the course.

Kalau aku sih, sampai pada tahap apply visa pun aku belum pegang certificate A1 karena aku baru mulai kursus setelah aku dinyatakan lolos seleksi. Kursus bahasa Jerman yang aku ambil baru mulai bulan April dan selesai bulan Juni 2018. Sedangkan aku harus sudah apply visa sejak bulan Mei 2018. Yang artinya sampai deadline pengumpulan berkas ini pun sebenarnya aku tak punya certificate apa-apa dan pengetahuan bahasa Jerman aku nol banget. Tapi aku tetap usaha cari cara biar bisa melengkapi persyaratan dokumen dong....Caranya adalah dengan membuat surat keterangan kalau aku sudah mendaftar ke kelas bahasa Jerman yang akan dimulai bulan April-Juni 2018. 
Surat keterangan ini bisa kamu minta ke tempat kursus atau bisa kamu bikin sendiri untuk kemudian ditandatangani oleh guru les atau seseorang dari lembaga tempat kamu mengikuti kursus bahasa Jerman. Kalau ada yang tanya A1 doang emang cukup buat bertahan hidup di Jerman? Bisa kok! Buktinya aku survive sampai sekarang. 
Dan setelah di sini pun aku masih diberi kesempatan untuk belajar bahasa Jerman lagi di Volkshochschule atau sekolah rakyat Berlin sampai dengan level B1. Malah sekarang ini aku sedang mengambil kursus di level A1.2 yang bakal selesai satu minggu lagi. Bulan Januari nanti rencana mau ambil level A2.1 & A2.2. Untuk level B1, lihat nanti deh. Lihat nanti beneran butuh apa enggak. Kalau enggak mending aku skip aja, aku pakai waktunya buat traveling keliling Eropa hahaha...

Medical Certificate

Medical certificate atau surat keterangan sehat dari dokter bisa kamu dapatkan di Puskesmas, rumah sakit atau klinik kesehatan. IJGD sudah menyediakan format medical certificate sesuai standar mereka. Surat ini nantinya harus diisi oleh dokter yang memeriksa kesehatan kita entah di Puskesmas, rumah sakit maupun klinik kesehatan. Enggak ribet kok dan aku rasa semua dokter umum bisa mengisi dan menandatangani surat itu cuma agak ribet aja karena kadang ada dokter yang enggak mau ngisi dan tanda tangan. Untuk mengantisipasinya kamu harus bisa menjelaskan maksud dan tujuannya. Biasanya dokter nanti akan bertanya tentang Weltwärts itu program apa, kenapa dan bagaimana. Sampai dengan proses ini kamu ditantang untuk bisa menjelaskan apa itu Weltwärts secara sederhana.
Tahun 2016-2017 aku membuat medical certificate di Rumah Sakit Islam Harapan Anda kota Tegal. Di sana aku mendaftar ke Poli Umum untuk bertemu dokter umum dan meminta beliau mengisi medical certificate dari IJGD. Tadinya si dokter enggan mengisi karena beliau belum pernah mendapat permintaan seperti ini sebelumnya. Tapi setelah aku jalaskan akhirnya si dokter mau juga. Itu pun beliau masih banyak tanya-tanya mengenai program Weltwärts. 

"Kok bisa sih? Kamu dapat info dari mana tentang program Weltwärts? Ini program yang membiayai siapa?"
"Satu tahun di sana nanti kamu ngapain?"
"Lama lho... kamu enggak takut nanti kenapa-napa. Kalau sudah sampai sana jauh dari keluarga, kalau ada apa-apa gimana?"

Tahun 2017-2018 aku sudah pindah ke Semarang jadi waktu itu aku bikin medical certificate di Klinik Viva Generik dekat kos. Tahun 2018-2019 ini aku & Dita juga bikin medical certificate di Klinik Viva Generik yang sama. Tadinya dokter yang bertugas saat itu tidak mau mengisi dan menandatangani medical certificate yang kita bawa, tapi setelah aku tunjukkan medical certificate yang aku buat tahun lalu akhirnya beliau mau. 
Ohya, biaya yang harus aku keluarkan untuk memperoleh medical certificate ini cuma berkisar antara 35.000-50.000 rupiah saja. Kalau bikin di Puskesmas malah bisa lebih murah. Dengan 10.000 rupiah kamu sudah bisa mengantongi medical certificate yang akan membawa kamu berpetualang selama satu tahun di Jerman ini. 
***
Lanjut nanti lagi ya, udah jam 22.39 waktu Berlin nih. Besok libur sih, tapi aku udah ngantuk banget. Fiyuh malam Minggu aku di sini well spent banget. Tschüss... Schön Wochenende! 

You Might Also Like

0 comments