Begini Cara Mengenali Penipuan Melalui Telepon

By | June 28, 2018

Jaman sekarang peralatan serba canggih, aktifitas semakin mudah karena didukung teknologi. Masih ingat waktu saya kecil bapak saya kerja merantau dan kami hanya dengar kabar bapak setiap senin saat tukang pos bawa surat serta uang kiriman mingguan. Sekarang semua sangat mudah, jangankan sekedar tanya kabar, ngirim uang juga bisa dilakukan hanya melalui smartphone. Berbelanja bisa dilakukan dari dalam kamar, bahkan sambil guling-guling di kasur. Namun segala kemudahan karena kemajuan teknologi juga diikuti dengan bahaya yang semakin banyak dan besar.
penipuan melalui telepon
Mengenali penipuan melalui telepon
Meskipun perusahaan terus berupaya meningkatkan keamanan, namun para penjahat tetap saja mencari celah dari sistem keamanan yang dibangun perusahaan. Model sistem terbaru saat ini dikenal dengan 2FA (two factor Authentication). Ini merupakan tingkat keamanan yang lebih bagus dari sekedar enkripsi password. 2FA bekerja dengan mengirimkan kode verifikasi mealui sambungan personal yang aman seperti privat chat, sms, atau panggilan telepon. Beberapa aplikasi bahkan hanya menggunakan kode verifikasi saja sebagai sistem keamanan.


Untuk menghadapi sistem keamanan ini, para penjahat menggunakan metode "social enginering". Yaitu merupakan metode untuk mengelabuhi user dengan berpura-pura sebagai operator maupun petugas lain dari sebuah perusahaan. Tujuannya adalah membuat kamu percaya padanya, dan memberikan kode verifikasi (yang seharusnya rahasia) kepada mereka. Bila kamu tertipu dan memberikan kode verifikasi kepada mereka, maka mereka berhasil mengakses ke akun kamu. Tahu kira-kira apa yang akan terjadi setelah itu?
Bila akun tersebut menampung uang kamu, maka habislah sudah semua uang kamu. Kasus yang paling ramai dibicarakan beberapa waktu lalu adalah aplikasi gojek, dimana pelanggan yang tertipu memberikan kode verifikasi dan habislah semua saldo gopay. Kasus lain mungkin banyak terjadi pada pengguna internet banking; Market place seperti buka lapak atau tokopedia.

Penipuan yang Saya Alami

Saya baru tahu dan sulit saya pahami, aksi  ini menargetkan akun telegram saya. Saya tidak tahu kapan ada penghimpunan dana oleh telegram. Tapi entahlah mungkin mereka mengira kalau saya menggunakan telegram untuk berbisnis atau trading. Kejadian ini terjadi kemarin malam. Saya berniat menulis ini supaya menjadi contoh bagaimana kita bisa mengenali sebuah penipuan dan sekaligus menipu penipu. Cuss langsung ikuti dialog saya dengan penipu.
Kriiiing... kriiing... kriiing... kriiing... Ups bunyi handphone jaman now bukan gitu. Susah nyebutinnya, pokoknya malem-malem tiba-tiba handphone saya berbunyi karena panggilan masuk yang entah itu nomor siapa. nomornya tidak ada di kontak, dan dari operator seluler yang berbeda dengan yang saya gunakan.
Mungkin teman lama, mungkin telemarketing asuransi atau credit card, mungkin rekan kerja. Hampir semua kemungkinan sempat terpintas sebelum akhirnya saya mengangkat panggilan tersebut. Kemudian dimulailah percakapan yang selanjutnya terasa tegang, namun juga menggelikan hingga hampir tak sanggunp saya menahan tawa.

Dialog dengan Penipu

Saya : "Halo."
Penipu :
"Halo, selamat malam Bapak. Kami dari aplikasi Telegram Indonesia ingin memberitahukan kepada bapak bahwa ada update pada aplikasi kami."
Looh, sejak kapan Telegram buka cabang di Indonesia? Pemberitahuan kok dilakukan lewat panggilan, biasanya cukup lewat pesan telegram. Bisa ditulis lebih detail dan selesai dengan sekali broadcast, tidak perlu panggil sekian ribu pengguna. Oke, 99% ini adalah penipuan kecuali Telegram kelebihan dana dan bingung untuk menghabiskannya sehingga mendirikan kantor di Indonesia. Oke lanjut percakapan.
Saya : "Oh iya, ada fitur apa yah pak?"
Penipu : "Jadi untuk fitur baru, Telegram tidak lagi menggunakan paket data. Untuk mengaktifkan kami minta kode yang tertera di aplikasi telegram anda."
Nah, ini dia yang meyakinkan saya bahwa ini 100% adalah penipuan. Nanti penjelasannya saya tulis sejelas-jelasnya di bawah, setelah berhasil menipu penipu payah ini. Sekarang lanjut lagi ceritanya.
Saya : "Maaf pak, kode yang mana yah pak? Saya nggak paham."
Penipu : "Bapak sudah terima sms dari telegram belum?"
Saya : "Belum tahu pak, kan saya sedang nerima telepon bapak."
Penipu : "Coba bapak buka sms atau aplikasi telegram, disitu ada kode verifikasi. Bapak sebutkan saja kode verifikasinya."
Saya : "Tapi saya lagi nerima telepon dari bapak gimana dong?"
Penipu : "Bapak buka saja aplikasinya, tidak apa-apa pak saya tunggu."
Saya : "Oke pak, kalau begitu saya matikan dulu telponnya ya pak, biar saya bisa buka aplikasi"
Penipu : "Tidak perlu dimatikan pak, langsung saja bapak buka aplikasinya kemudian sebutkan kodenya."
Saya : "Oke pak, tunggu sebentar ya pak." (sambil dilama-lamain. pura-pura nyari gitu deh.)
Saya : "Halp pak."
Penipu : "Berapa kodenya pak?"
Saya : "Pak ini beneran harus kirim kodenya?"
Penipu : "Iya pak, berapa kodenya?"
Saya : "Tapi kok tulisannya nggak boleh dikasih tahu siapa-siapa ya pak?"
Penipu : "Iya pak, itu hanya boleh diberitahu ke orang sekitar. Jadi berapa kodenya pak?"
Saya : "Sebentar pak, kalau cuma boleh dikasih tahu ke orang sekitar kok saya boleh kasih tahu Bapak?"
Penipu : "Kan saya dari operator, saya butuh kode untuk aktivasi fitur. Berpa kodenya pak?"
Saya : "Nanti fitur lainnya apa lagi pak?"
Penipu : "Nanti lebih aman, berapa kodenya pak?"
Saya : "Pak, saya nggak boleh ngasih tahu kodenya ke siapapun. Saya bingung pak."
Penipu : "Bapak mau aplikasinya aman gak?"
Saya : "Ya maunya aman dong pak."
Penipu : "Kalau begitu sebutkan saja kode verifikasinya."
Saya : "Tapi aman gak ini pak?"
Penipu : "Astaga Bapak... Sebutkan saja kode verifikasinya. Bapak mau aman gak?" (Yesss dia mulai emosi nih. Hehehehe)
Saya : "Tapi tulisannya tidak boleh pak."
Penipu : "Bapak mau aman gak? Berapa kodenya pak?"
Saya : "Gimana sih pak? tadi katanya buat fitur baru? Kok sekarang keamanan?"
Penipu : "Iya pak, untuk mengaktifkan fitur baru dan keamanan kami butuh kode verifikasi. Berapa kodenya?"
Saya : "Pak nanti kalau saya kasih kodenya saya nggak aman dong pak?"
Penipu : "Jadi Bapak tidak mau aman?!" (Penipu udah emosi bener nih. Udahin aja deh.)
Saya : "Pak kalau mau nipu pilih-pilih orang dong pak."
Penipu : "Anj**g bang**t luh yah. #$#%^$%#%^&@%&*%@" (Keluar semua kata-kata kasar entah aku gak dengerin karena aku juga ngomong.)
Saya : "Pak kalau mau nipu bilang dulu. Mas saya tipu mau nggak? Udah abis belum pulsanya pak?"
Nuuttt.. nuutt.. nuutt.. nuutt.. Si penipu emosi kena tipu dan menutup teleponnya.

Mengenali Penipuan via Telepon

Umumnya aksi social enginering dilakukan melalui panggilan telepon, bukan melalu voice call Telegram atau Instagram. Mereka juga biasanya menggunakan nomor telepon seluler seperti telkomsel, indosat, XL, dsb. Padahal perusahaan biasanya menggunakan nomor Telkom atau nomor khusu call center. Terkadang juga ada yang melalui pesan singkat, ini lebih mudah dikenali lagi, nanti bahas di lain post saja. Sejauh yang saya ketahui aksi ini dilakukan oleh seorang pria, entah kenapa jarang dilakukan oleh wanita.

  • Tahap pertama adalah dengan memperhatikan cara bicaranya.

Bila kamu pernah menghubungi call center, kamu pasti bisa membedakan cara berbicara antara penipuan dan yang benar-benar operator call center. Mereka biasanya mudah terpancing emosi, bahasa yang bersifat ancaman dsb. Jarang sekali mereka dilatih selayaknya operator call center.

  • Tahap kedua adalah tujuan menghubungi kamu.
Tujuan call center menghubungi kamu umumnya untuk promosi hal yang besar, seperti promosi credit card, asuransi dan sebagainya yang menguntungkan perusahaan. Untuk kasus penipuan umumnya menghubungi kamu untuk alasan yang menggiurkan seperti hadiah. Selain itu alasan lain yang meresahkan seperti keharusan melakukan hal ini dan itu supaya tetap bisa menggunakan layanan. Kedua alasan tersebut merupakan yang paling efektif karena umumnya orang akan melupakan banyak hal setelah senang tergiur hadiah atau melupakan banyak hal karena panik.

  • Verifikasi data
Selanjutnya mereka akan mengverifikasi data kamu. Seorang penipu yang benar-benar niat akan mengumpulkan data melalui social media. Namun terkadang juga hal ini tidak dilakukan. Mereka bermaksud untuk meyakinkanmu bahwa mereka benar-benar dari operator cal center. Namun kamu harus hati-hati apabila mereka menanyakan data kamu yang bersifat rahasia.

  • Meminta sandi atau kode rahasia
Yang paling penting adalah ketika mereka menanyakan beberapa hal yang bersifat rahasia. Untuk menembus sistem bank mungkin banyak menanyakan data-data pribadi. Namun untuk kasus 2FA seperti yang kita bahas di sini, tujuan utama mereka adalah kode verifikasi yang dikirimkan melalui sms, privat chat, atau panggilan telepon. Jika mereka meminta kode rahasia maka dipastikan bahwa mereka adalah pelaku penipuan.

Bagaimana Menghadapi Penipuan?

Menurut saya dengan mengikuti tahap-tahap mengenali penipuan, kamu sudah bisa memastikan bahwa yang menghubungi kamu itu seorang penipu atau bukan. Namun untuk memastikannya, kamu bisa terang-terangan menanyakan kepada mereka. "Bapak mau menipu saya ya?!" Dengan nada yang cukup keras. Apa bila mereka benar-benar penipu, mereka pasti akan langsung berhenti karena sudah dicurigai. Namun bila mereka benar-benar dari operator call center, maka mereka akan tetap mengulang penjelasan dengan santai. Meskipun begitu, tetap jangan pernah berikan kode-kode rahasia kepada mereka. Pilihan paling bijak adalah dengan mendatangi langsung ke kantornya atau kamu yang menghubungi call center untuk memastikan.
Semoga kita bisa selalu selamat dari modus-modus tindak kejahatan yang makin hari makin berkembang.

You Might Also Like

12 comments

  1. Aku dl pernah ditipu org kl cr pekerjaan..pdhl org tersebut termasuk temen deket, dia minta uang.skt bgt, dan itu jd pelajaran berharga sampai sekrg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh nyesek banget tuh, temen makan temen.

      Delete
  2. Aneh2 aja y org skg mah... selalu ada modus tersembunyi. Hhmm tfs semoga kita sll selamat dr penipuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, lebih baik curiga di awal kalau sama hal-hal yang beresiko penipuan.

      Delete
  3. Pokoknya kalau ada nomor asing, selain telepon rumah, aku nggak angkat. Kalau butuh nanti dia bakalan telepon berkali2 atau kirim SMS. Aku ada trauma dengan telepon penipuan kayak gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul juga sih, biasanya kalau emang urgent pasti telpon berkali-kali terus sms juga. Thanks tipsnya.

      Delete
  4. Aku pernah nih ditipu gini via telepon, minta kode verifikasi yg dikirim via sms. Lupa sih detailnya, tapi setelah kukonsultasikan ke provider Telkomsel, itu adalah upaya utk ngehack akun pasca bayarku. Matek tenan klo terpedaya ya, dia yg ngobrol sakjebote aku yg nanggung biaya telponnya hehehee... Alhamdulillah waktu itu aku udah curiga aja. Mana pernah operator seluler telpon2 rese gitu minta kode verifikasi.

    Kalau untuk perbankan aku pernah yg berkaitan dengan e-banking. Bukan lewat telpon atau sms, via email. Ada link untuk diklik gitu. Tapi kulihat url pengirimnya mencurigakan, langsung deh kontak 14000 (call centre Mandiri) untuk menanyakan seputar prosedur lewat email itu. Ternyata phising juga. Duuuhhh... penipu jaman now ngeriiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kayak mbak uniek nih langkah antisipasinya bener banget. Untung dong cuma kena rugi nanggung biaya telponnya aja.

      Delete
  5. Suamiku hampir aja ketipu bulan lalu. Modusnya ngaku2 teman lama. Karena aku pernah baca dan denger bbrp cerita penipuan model itu, langsung aku suruh untuk matikan hapenya.
    Sekarang makin banyak modus2 penipuan kayak gini. Jadi musti waspada, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini aku juga pernah ngalamin sih dulu ngaku-ngaku sodara sepupu yang tinggal di Jakarta. Aku pura-pura inget aja biarin dia nyerocos sampe pulsa habis. tapi udah lama banget, gak inget dialognya lagi. Hahahahaa

      Delete
  6. Aku belum pernah alhamdulillahnya, tapi semoga jangan deh kena penipuan begini. Emang ya ada-ada aja. Semoga insyaf itu orang yang suka nipu-nipu gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya syukur nggak pernah kena penipuan. Untung baca di sini dulu yah, bisa jadi antisipasi biar gak kena tipu.

      Delete