Konicipi; Sate Taichan Terenak di Semarang

By | May 29, 2018

Apakah kalian termasuk penggemar sate taichan juga? Kabarnya sate ini diciptakan dengan unsur ketidaksengajaan oleh salah satu pedagang sate ayam. Iya! Sate taichan adalah sate ayam yang tidak dibumbui dengan saus kacang! Pertama kali tahu nama makanan ini, saya kira sate ini terbuat dari daging babi, iya enggak sih? Saya curiga begini karena namanya seperti nama yang diambil dari bahasa Cina. Jadi saat itu saya agak ragu-ragu untuk mencicipinya.
Karena banyak banget yang membicarakan soal makanan satu ini, mau enggak mau saya cari tahu lebih banyak mengenai sate ini dan cari tahu di mana saya bisa makan sate ini. Adakah sate taichan di Semarang? Usut punya usut ternyata ada lho yang jual sate taichan ini di Semarang, banyak malah. Tapi ada satu warung sate taichan yang jadi favorite saya nih. Penasaran enggak di mana tempatnya? Lanjut baca yuk!
Konicipi; Sate Taichan Terenak di Semarang
Pertama kali cobain sate taichan di tempat ini karena saya penasran dengan tempat sate yang setiap sore selalu rame. Tepatnya ada di ujung perempatan Bergota yang berbatasan langusng dengan Jalan Menteri Supeno. Tapi karena tempatnya selalu rame saya tidak langsung mencoba makan di tempat. Waktu itu saya iseng cari-cari tempat ini di Go Food, ternyata ada! YES! Akhirnya saya pesan beberapa menu mereka. Dari situ saya langsung jatuh cinta sama rasanya. 


Jadi intinya sate ini adalah sate terenak di Semarang, sejauh yang saya tahu ya. Saya pernah mencoba beli sate taichan di beberapa tempat tapi belum pernah nemu yang rasanya lebih enak dari sate taichan di kedai Konicipi ini. Rasa sambelnya padas dan dagingnya gurih. Nasinya juga gurih dan pas, enggak terlalu keras juga enggak terlalu lembek. Nasi uduk men! Tapi porsi nasinya sedikit sekali jadi saya harus pesan ekstra nasi kalau lagi kelaparan banget. Ada dua variant sambal di tempat ini, dengan level kepedasan yang berbeda. Favorite saya adalah sambal pedas madu.
Tapi walaupun enak, waktu pertama kali saya makan di tempat kesan pertama yang saya dapat adalah tempatnya kurang enak, kurang nyaman. Tempat jualan sate taichan Konicipi ini di pinggir jalan banget pas berbatasan dengan jalan jadi tempat parkirnya ya di pinggir jalan raya. Kalau lagi rame suka bikin macet dan mengganggu lalu lintas. Apalagi kalau lagi banyak kendaraan yang lalu-lalang makan di situ jadi  berasa enggak tenang dan enggak nyaman banget karena kita harus menghirup banyak carbon monoxide. Bukan cuma itu sih, karena tempatnya sempit jadi meja makan palanggan dekat sekali dengan tempat bakar satenya. Asep sate bisa bikin dada sesek dan mata perih bahkan sampai berair. Jadi walaupun sate di tempat ini enak saya tidak menyarankan untuk makan di tempat. Opsi paling tepat adalah take away, bungkus, makan di rumah. Yaelah sama aja kali!
Konicipi; Sate Taichan Terenak di Semarang
Makan enak , kenyang, berdua cuma 50 ribuan saja.
Lama enggak makan di situ. Pacar saya sempat bilang sih pas kemaren bungkusin saya sate taichan di sana, kata dia sekarang tempatnya sudah semakin luas. Ada tambahan meja makan di dalam ruangan jadi kita tidak harus makan di pinggir jalan lagi. 
"Ayok! Kapan-kapan cobain makan di sana lagi!" katanya.
"Ayok aja sih..."  balas saya.
Nah akhirnya malam ini kita ke sana bareng, makan disitu dan banar saja seperti yang dia bilang. Tempatnya sudah ekspansi sampai ke dalam rumah. Lumayan sih, jadi kita enggak harus makan dipinggir jalan banget. Tapi ya itu, asap dari pembakaran satenya masih bisa masuk ke dalam dan kalau lagi bakar banyak sate, asapnya bisa bikin pernapasan enggak nyaman, tapi enggak sampai bikin dada sesek juga sih.
Terus walapun ada dua blower gede di sisi sebelah kanan dan kiri pojok belakang tempat makan, itu enggak ngaruh-ngaruh banget sama sirkulasi udara di dalam ruangan. Masih saja kerasa agak panas. Tapi mungkin kalau enggak ada blower asap yang masuk keruangan bakalan tambah banyak kali yah...
Rasanya gimana? Apakah masih enak 'seperti yang dulu'? Iya! Seriusan. Rasanya masih enak. Kadang kan suka ada tuh tempat makan yang rasa makanannya enggak konsisten. Suka sebel sih sama tempat seperti itu. Tapi saya sadar, banyak faktor yang memperngaruhi. Sekelas KFC saja ayam dan tepungnya enggak sama di satu outlet dan outlet lainnya. Apalagi tempat makan di pinggir jalan yang beda tangan beda hasil masakannya. Anyway, ngomong-ngomong soal rasa, warung bakmi Jowo favorite saya rasanya juga enggak seenak dulu lagi sejak chef nya beda. Hikz sedih deh!
Konicipi; Sate Taichan Terenak di Semarang
Gimana? Udah pada 'ngeces' belom?
Oh iya, walaupun rasa sate taichan di tempat ini menurut saya paling enak seantero Semarang tapi ada beberapa hal yang bikin saya enggak mau sering-sering makan di situ. Pertama, piring yang dipakai adalah piring dari anyaman bambu. Tahu kan? Yang bisanya dipakai kalau pemilik warung enggak mau repot-repot cuci piringnya. Tinggal dipakaiin alas saja jadi kalau sudah selesai makan alasnya tinggak dibuang deh. Bagus sih sebenarnya, piring bisa dipakai berkali-kali dan dibuat dari bahan yang ramah lingkungan juga. Tapi alas yang dipakai adalah kertas minyak, bukan daun pisang. Karena kertas minyak ini ada lapisan plastiknya jadi dia enggak ramah lingkungan. Ditambah lagi mereka pakai gelas plastik dan sedotan sekali pakai buat menyajikan minuman di sini. Tambah banyak deh sampah plastiknya! Mana mereka juga pakai plastik mika lagi buat bungkus makanan. Huffft....
Jadi, kesimpulannya sate taichan Konicipi ini masih tetap dapat predikat sate taichan terenak di Semarang dari saya. Tapi ada beberapa hal yang bikin saya enggak mau sering-sering beli di situ.

Overall

Enak. Banget. Paling enak di kota Semarang.

Plus

  • Harga terjangkau.Untuk porsi makan enak berdua, cuma habis sekitar IDR 50k saja.
  • Tempat strategis, mudah ditemukan karena dekat dengan pusat kota Semarang bawah.
  • Rasa terenak seantero Semarang (menurut versi saya, let's see kalau ada yang lebih enak dari ini).
  • Rasanya konsisten, enggak seperti perasaan anak alay yang labil.
  • Nasi uduknya enak, gurih dan teksturnya pas.

Minus

  • Tempatnya kurang nyaman untuk makan.
  • They use too many plastic, crap!
  • Porsi nasi uduknya terlalu sedikit.
Jadi menurut kalian bagaimana? Sudah pernah cobain sate taichan Konicipi belum? Apakah sate ini pantas mendapat predikat sate taichan terenak di Semarang? Share pendapat kalian di kolom komentar yuk!

You Might Also Like

0 comments