Pengalaman Mendaftar Weltwärts Reverse Program; Buat Kamu yang Ingin Kerja Sosial di Jerman

By | May 23, 2018

Hai semuanya, di post kali ini saya mau cerita hal yang sudah lama sekali pengen saya ceritain di blog tapi karena banyak yang harus saya kerjakan akhir-akhir ini jadi enggak sempet-sempet deh nulisnya. Berarti sekarang sudah enggak sibuk dong? Ya enggak juga sih, saya masih sibuk tapi pikir saya kalau enggak meluangkan waktu buat nulis ya sampai kapan pun enggak bakal deh tulisan ini ada di blog saya. Jadi ya, inilah saya yang pagi-pagi buta jarinya masih setia bermain dengan keyboard laptop biru yang kadang-kadang lemotnya minta ampun untuk menyelesaikan tulisan yang sudah lama mengendap di draft blog ini.
Apa yang mau saya tulis di sini adalah pengalaman saya mendaftar salah satu program beasiswa relawan fully funded by German government yang bisa didapatkan oleh siapa saja asal mau berusaha. Kamu juga mau kan? Mau lah pasti! Kalau enggak mau pasti kamu enggak bakalan baca tulisan ini. Nah, anggap saja membaca tulisan ini sampai selesai adalah salah satu usaha kamu buat dapetin program ini ya! Semoga beruntung!


I already fall in love with Weltwärts Reverse program at the first sight

One of my senior in university, Mamum Setionoto once encouraged me to apply for the voluntary program in German. Lately, I figured it out that the program he mentioned at that time was the Weltwärts Voluntary program. As a newbie, I saw this is a very good opportunity and worth to try. So, I decided to apply, at first it was a rush decision. I did not even hold the passport at that time.  For instance it was not well-prepared application so, I couldn’t expect anything except the experience in applying the program itself.

Saya mau cerita dulu nih kalau saya itu mulai aktif di organisasi seperti ini atau yang biasa disebut dengan voluntary organization atau organisasi kerelawanan (Internasional) atau lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non profit atau NGO. Relawan? YES. Relawan seperti realawan-relawan di PMR atau PMI gitu, bedanya kalau di organisasi ini concern mereka lebih luas dari sekedar relawan kecelakaan atau bencana alam. Mereka punya concern berbeda-beda sih yang jelas lebih luas. Nanti kapan-kapan saya ceritakan (tolong yah jangan cuma nulis ngomong doang!). 
Jadi intiya saya mau cerita kalau saya aktif di organisasi seperti itu sejak tahun 2012. Awalnya, motivassi saya ikut organisasi itu karena ada embel-embel Internasional. Karena saya kuliah di jurusan pendidikan bahasa Inggris jadi denger atau baca kata-kata Internasional bawaannya selalu ingin dikaintkan dengan bahasa Internasioanal atau bahasa yang dipelajari oleh masyarakat Internasional. Which means bahasa Inggris. Saya ingin melatih keterampilan bahasa Inggris saya dengan cara aktif di organisasi ini. Karena bahasa yang digunakan pada setiap acara yang diselenggarakan organisasi ini adalah bahasa Inggris dan kebetulan waktu itu ada relawan dari Jerman yang ditempatkan di kampus tempat saya belajar untuk membantu teman-teman mengelola English Club di kampus kita.
Padahal setelah saya ikut, atau setelah lama berkecimpung di dunia kerelawanan Internasioanal, bukan hanya bahasa Inggris saja yang saya pelajari tapi juga bahasa Jepang dan bahasa Jerman dan bahasa-bahasa lainnya di dunia. Karena, hey! relawan yang datang ke Indonesia melalui organisasi ini bisa berasal dari seluruh dunia. Saya juga pernah belajar bahasa Perancis dan bahasa Estonia! Apalah itu. Hahahaha, tapi dua bahasa selain bahasa Inggris yang sedang serius saya pelajari sekarang adalah bahasa Jerman dan bahasa Jepang.
Okay! Stop ceritanya. Nanti jadi kemana-mana. Di atas saya sebut-sebut nama seonir saya. Ya! nama itu emang enggak bisa dipisahkan dari perjalanan saya di dunia kerelawan Internasional. Mamum Setionoto. Dia dulunya juga seperti saya. Mungkin terinspirasi ikut dan aktif di organisasi ini karena seniornya juga dan dia pernah mengikuti program kerelawanan selama satu tahun di PERANCIS! Booook! PERANCIS BOOOOK! Mendengar cerita itu, saya langsung kepengin juga. Tapi ini belum apa-apa sih baru permulaan saja. Baru pengin-pengin doang dan enggak ada usahanya sama sekali. Waktu itu juga saya enggak tahu bagaimana alurnya bisa sampai kesana. 
Sampai akhirnya, tepatnya kapan saya lupa. Ada seleksi buat program itu. GILAK! Apply lah saya! Padahal waktu itu, passport pun belum punya! GILAK! Tapi enggak sia-sia sih, dari keberanian saya apply waktu itu saya masuk short listed candidate buat interview. Tapi langsung jiper sendiri karena belum punya passport sama sekali. Hasil seleksinya bagaimana? Tahu sendiri lah kalau saya sudah pasti enggak lolos pada percobaan pertama itu. 
Kamu pasti enggak mau kan seperti saya? Banyak kok teman-teman saya yang mendaftar program ini satu kali bisa lolos atau langsung diterima. Syaratnya? Aktiflah di organisasi kerelawanan ini; nama organisasinya GREAT Indonesia. Kamu bisa klik di sana, saya sudah menambahkan link menuju ke website resmi mereka. Dan JADILAH MEMBER MEREKA dan usahakan aktif diberbagai kegiatan sosial yang mereka adakan supaya nanti kalau ada informasi tentang seleksi pendaftaran program ini kamu bisa langsung tahu.

You Might Also Like

0 comments