Panduan Membuat Website

By | Mei 02, 2018

Panduan Membuat Website
Ternyata sudah sekitar 5 tahun saya aktif menulis artikel di blog pribadi saya. Meskipun saya sudah mulai menulis di blog sejak masih duduk di bangku SMP, saya baru benar-benar aktif menulis saat saya berbagi tentang perawatan kulit wajah saya yang waktu itu break out banget. Huhuhu :'( jadi sedih kalau ingat masa-masa kelam itu. Enggak apalah, justru karena hal tersebut pada akhirnya menjadi seorang blogger yang aktif menulis review produk skin care untuk kulit berjerawat.
Ngomong-ngomong soal blog nih, ada beberapa pertanyaan yg saya terima tentang cara membuatnya. Contohnya kalau teman dekat ada yang tanya gini, “Gimana sih caranya bikin blog? Ajarin dong!”, terus teman yang jualan di social media juga tiba-tiba tanya, “Aku mau buat website buat jualan online, bisa buatin gak?”. Bahkan ada juga yang bertanya “Aku mau bikin profile company buat startup aku yang baru, enaknya beli aja atau belajar bikin sendiri?”. Masih banyak lagi pertanyaan semacam itu. Supaya nanti kalau ada tanya lagi saya gak repot-repot jawabnya, saya buat artikel ini. Kalau ada yang tanya saya hanya perlu kasih laman artikel ini saja, hitung-hitung nambah pengunjung. Hahahaha
Warning dulu nih, supaya kamu enggak kecewa karena ekspektasi berlebihan, saya beri tahu dulu bahwa artikel ini bukanlah tutorial langkah-langkah membuat website. Namun artikel ini cukup membantu kamu untuk menemukan langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan website terbaik sesuai kebutuhan kamu.


Jenis Website

Ada beberapa jenis website beradasrkan fungsinya, kalau web yang sedang kamu kunjungi ini biasa disebut blog. Blog merupakan web yang paling sederhana, hanya menampung artikel-artikel saja. Umumnya digunakan sebagai personal branding, sekedar berbagi informasi, cerita atau catatan pribadi yang dibagikan untuk publik. Banyak penulis terkenal yang berawal dari menulis cerita di blog, salah satunya Raditya Dika ('babang' idola siapa nih?).
Company profile atau profil perusahaan, singkatnya seperti blog yang memuat konten seputar perusahaan tertentu. Biasanya menginformasikan identitas perusahaan, produk/layanan, namun tidak ada transaksi melalu website. Online shop, merupakan website yang bertujuan untuk menjadi tempat jual beli. Beberapa Company profile juga menambahkan Online shop di dalamnya.
Selain itu ada website social media seperti Facebook, Twitter, dan sebagainya. Social bookmarking atau sederhananya social blog dimana satu website menjadi blog bagi banyak pengguna. Forum diskusi seperti Kaskus, portal berita/opini seperti BaBe, Kumparan, Mojok serta koran-koran online dan masih ada banyak jenis website lainnya.
Dengan mengetahui berbagai jenis website kamu bisa menjawab pertanyaan saya, jenis website mana yang akan kamu buat?

Platform Website

Sebelum mebahas lebih jauh, saya kembali menanyakan jenis website yang akan kamu buat. Apabila jawabannya adalah blog maka saya rekomendasikan untuk menggunakan platform Wordpress atau Blogger. Platform yang saya gunakan adalah Blogger.
Blogger atau wordpress merupakan metode paling mudah membuat website, namun fiturnya hanya sebatas memuat artikel saja. Selain mudah, kamu juga tidak perlu mengeluarkan dana untuk membayar sewa hosting dan domain karena tersedia gratis.
Namun untuk membuat website yang lebih kompleks, kamu perlu usaha lebih besar lagi. Pertama harus berlangganan hosting sebagai tempat dimana website kamu disimpan, kemudian kamu juga harus berlangganan alamat domain untuk website kamu. Kedua hal tersebut biasanya disatukan dalam sebuah paket berlangganan yang bisa kamu bayar setiap tahunnya. Di Indonesia ada banyak penyedia layanan hosting dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya tidak bisa merekomendasikan salah satunya, karena belum semuanya saya coba.
Setelah memiliki tempatnya, sekarang yang harus dilakukan adalah dengan membuat website. Inilah tahapan paling menegangkan. Untuk kebutuhan seperti company profile, catalog/galery, selama belum ada sistem transaksi di dalamnya, kamu bisa menggunakan Contain Management System (CMS).
CMS ini berfungsi memudahkan kamu dalam membuat website. Kamu bisa mencari tema web sesuai keinginan, kemudian tinggal dimasukan ke CMS, begitu saja website kamu sudah punya template keren. Kamu juga bisa customize layout dan warna website kamu. Membuat halaman baru khusus untuk artikel, untuk katalog, bahkan untuk infografis juga bisa dibuat dengan mudah menggunakan CMS ini. Ada beberapa contoh CMS yang bisa digunakan seperti Joomla, Wordpress, Drupal dan sebagainya. Kamu bisa mengunduhnya secara gratis, namun beberapa CMS ada juga yang berbayar, atau versi berbayar dengan fitur lebih banyak.

Belajar Membuat Website

Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari tutorial membuat website. Ada banyak sekali tutorial membuat website bertebaran di internet. Mungkin jika kamu belum membaca artikel ini kamu akan bingung menentukan tutorial mana yang akan kamu pilih. Karena itulah artikel ini ditulis, sehingga kamu bisa menggunakan keyword lebih spesifik saat mencari tutorial. Misalnya “tutorial membuat blog blogger” atau “tutorial membuat membuat toko online dengan joomla”.
Selain membaca tutorial, kamu bisa juga berdiskusi di forum-forum atau di group Facebook bertema sesuai platform yang kamu gunakan. Tidak perlu malu untuk bertanya, para master di forum juga pernah 'cupu'. Sekedar tips dari saya, coba tutorial dulu, kalau ketemu masalah baru ditanyakan supaya tidak terkesan annoying di forum.
Pelajari pula tentang keamanan web, jangan sampai sudah susah-susah membuat web malah jadi korban hacker. Pelajari pula tips-tips untuk mengoptimalkan website kamu atau tips Search Engine Optimizaation (SEO).

Ikuti Training Membuat Website

Belajar otodidak memang hemat biaya, namun harus hati-hati tanpa pembimbing dan berpegang pada trial and error bukan pilihan terbaik. Kalau mau hitung-hitungan, waktu yang terbuang untuk belajar otodidak itu lebih mahal daripada biaya yang dikeluarkan untuk mendaftar training. Selain itu dengan adanya pendampingan dari trainer, kamu bisa lebih mudah bertanya apabila terjadi masalah dengan website kamu.
Saya ada rekomendasi untuk training yang saya lihat programnya bagus yaitu IMTRA. Saya berani mengatakan bagus karena disana mengajarkan cara membuat, mengamankan, dan mengefektifkan website. Untuk info lebih jelas, langsung aja kunjungi laman Training Membuat Website.

You Might Also Like

0 komentar