Sepenggal Cerita Tentang Carica

By | January 05, 2018

Vasconcellea pubescens atau yang lebih dikenal dengan nama carica adalah buah yang hanya bisa tumbuh di Dataran Tinggi Dieng, sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Karena itulah buah ini sering disebut sebagai pepaya gunung atau papaya mountain. Buah ini berasal dari Pegunungan Andes di Amerika bagian selatan sana. Konon buah ini mulai di tanam di Dataran Tinggi Dieng sejak masa Perang Dunia ke II. 
Daging buah carica tidak bisa dimakan secara langsung karena mengandung getah yang bisa menyebabkan gatal dan disebut-sebut beracun hingga bisa menyababkan diare. Oleh masyarakat Dieng buah ini diolah menjadi manisan hingga minuman sirup atau mocktail. Saat ini sudah banyak usaha UMKM yang membuat produk olahan carica karena produk ini diminati oleh masyarakat Indonesia khususnya di daerah Jawa Tengah dan DIY, Bali, Medan, Pekanbaru dan Balikpapan. Produk olahan carica dari salah satu UMKM yang sempat saya kunjungi beberapa bulan lalu bahkan sudah bisa di export ke luar negeri. Pangsa pasar luar negeri pun cukup luas meliputi negara-negara di benua Asia, negara-negara di Timur Tengah hingga ke benua Eropa. 


Adalah CV Yuasafood Berkah Makmur, salah satu pelaku UMKM di Dieng Wonosobo yang berhasil menjebolkan carica ke pangsa pasar Internasional. Hal ini berkat standarisasi proses produksinya yang lebih terjamin dibandingkan dengan pesaingnya. CV Yuasafood telah memperoleh sertifikas HACCP/ISO 22000 dan CPPOB. CV Yuasafood pun rajin mengikutsertakan produk buatannya pada beberapa pameran makanan atau expo. Dari kegiatan expo inilah kemudian terjadi komunikasi antara CV Yuasafood dengan pihak pasar luar negeri. Hasilnya, pada tanggal 6 Juni 2016 CV Yuasafood bisa mengirimkan satu container produk carica olahannya ke Belanda.
Bisa dibilang kehadiran CV Yuasafood adalah penyelamat buah carica di Dieng. Pasalnya CV Yuasafood ini dibentuk oleh mantan karyawan PHK dari PT Dieng Jaya. PT Dieng Jaya (1980) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengalengan buah-buahan (termasuk carica) dan jamur merang. Setelah PT Dieng Jaya berhenti beroperasi, bukan hanya 3500 karyawannya saja yang kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba tapi juga para agen dan toko-toko yang menjual manisan carica sangat kesulitan mendapatkan produk tersebut, sementara petani buah carica kesulitan menjual hasil panennya sampai-sampai buah carica banyak yang membusuk sia-sia.
Kesempatan emas ini di mana permintaan pasar akan produk olahan carica yang cukup besar dan melimpahnya buah carica di Datarang Tinggi Dieng dimanfaatkan dengan baik oleh pendiri CV Yuasafood yakni Pak Eko Budi Sulistyo. Saat ditanya oleh rombongan famtrip beliau menuturkan bahwa bisnis ini bermula dari sebuah peluang dan keterpaksaan. Peluang pasar dan bahan baku yang melimpah serta keterpaksaan untuk mencari pundi-pundi rupiah setelah PHK.  
Saya dan teman-teman peserta famtrip yang lain diajak melihat langsung proses pembuatan manisan buah carica dan sirup buah carica. Proses pembuatannya kurang lebih seperti ini.

Proses produksi manisan carica dan sirup buah carica

Pemisahan daging buah carica dari getah dan bijinya

Buah carica yang diterima dari para petani disortir terlabih dahulu untuk memilih kualitas buah yang bagus sebagai bahan baku pembuatan manisan carica. Setelah itu barulah dilakukan proses pengupasan buah carica. Proses pengupasan ini dilakukan secara manual dan mayoritas dikerjakan oleh tenaga kerja wanita. Para pekerja yang mengupas buah carica ini menggunakan sarung tangan untuk melindungi tangan mereka dari kontaminasi getah buah carica.
Untuk mengurangi kandungan getah dari buah carica ini buah carica yang telah dikupas direndam dalam air selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu buah carica dipotong menjadi dua bagian agar mudah memisahkan biji dengan daging buahnya. Biji buah carica tidak dibuang begitu saja. Justru biji inilah yang akan memberi cita rasa khas sirup buah carica. Saya sempat mencicipi biji carica, rasanya asem seperti rasa markisa. Setelah biji dan buahnya terpisah, daging buah carica kemudian dipotong kecil-kecil agar bisa dikemas dalam kemasan khusus yang berbentuk seperti kemasan agar-agar atau kemasan selai. Daging buah yang telah dipotong-potong ini kemudian dicuci lagi dengan air mengalir agar daging buah benar-benar terbebas dari getahnya.


Pembuatan sirup buah dan manisan carica

Biji buah carica yang berwarna hitam dan berselaput puith ini dicampur dengan sedikit air untuk kemudian diperas sampai keluar cairan kental yang berbau khas carica. Pemerasan biji buah carica ini bisa dilakukan berkali-kali sampai aroma khas carica tersebut tidak tercium lagi dari hasil perasannya. Air hasil perasan biji buah carica tersebut kemudian ditambahkan gula secukupnya kemudian direbus hingga mendidih. Setelah mendidih air rebusan tersebut kemudian disaring agar ampasnya terpisah. Air rebusan inilah yang nanti akan dijadikan sirup buah carica.
Buah carica yang telah dipotong-potong tadi kemudian dicampur dengan sirup buah carica. Kaduanya kemudian dikemas langsung dalam satu kemasan plastik. Setelah dikemas dalam satu kemasan, porses selajutnya adalah proses sterilisasi secara sederhana yang dilakukan dengan cara memasukkan kemasan ke air yang telah mendidih di wadah khusus sterilisasi. Proses ini disebut dengan proses pasteurisasi. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan. Berkat proses ini buah dan sirup carica dalam kemasan bisa tahan hingga 6 bulan tanpa pengawet tambahan.
Wadah plastik hanya digunakan untuk pengemasan produk yang dipasarkan dalam negeri, sedangkan produk yang di export ditambahkan pengawet dan dikemas dalam wadah keleng agar bisa bertahan sampai tiga tahun.
***
Produk olahan carica dari CV Yuasafood dibranding dengan nama Carica Buavica. Selain manisan carica, CV Yuasafood juga memproduksi manisan lain seperti manisan cabe, keripik nangka, keripik salak, sale dan keripik pisang serta aneka macam produk olahan buah. Selain tempat produksi, CV Yuasafood juga mempunyai showroom tersendiri yang menjajakan aneka jajanan dan oleh-oleh khas Wonosobo seperti kacang koro, keripik jamur, aneka macam keripik buah, abon dendeng bahkan purwaceng yang dikenal sebagai obat viagra lokal Dieng. 
Tertarik untuk mencoba citarasa khas carica dan melihat langsung proses pembuatannya? Kalian bisa datang langsung lho ke tempat produksi CV Yuasafood yang beralamat di Jalan Raya Dieng Km 35, Krasak-Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah 56350. Ingin menanyakan lebih lanjut tentang Carica Buavica? Silahkan hubungi CV Yuasafood di nomor 0852-0030-0670.

Kunjungan ke sentra produksi Carica Buavia di CV Yuasafood
dilakukan dalam rangka Familiarization Trip Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah
17-19 November 2017

You Might Also Like

2 comments

  1. aku masih punya Carica satu di rumah :-D
    masku yang beli. Carica itu enak, seger meski ga perlu masuk ke dalam kulkas.
    Nggak pernah bosen makan camilan buah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Carica emang seger dan muanissss bgt kaya aku :D

      Delete