Go Back Couple dan Kenangan tentang Ibu

By | December 15, 2017

Go Back Couple dan Kenangan tentang Ibu
Beberapa waktu yang lalu saya menonton drama Korea berjudul Go Back Couple. Pertama kali tahu drama ini ketika seorang teman blogger memposting review singkat drama ini di akun facebooknya. Berdasarkan review itulah saya akhirnya memutuskan untuk menamatkan drama yang terbilang baru ini. Drama ini rilis tahun 2017, ditayangkan tanggal 13 Oktober-18 November 2017 setiap Jumat dan Sabtu pukul sebelas malam waktu Korea. Drama produksi KBS2 ini termasuk drama dengan episode yang tidak terlalu banyak, hanya 12 episode saja tapi episode demi episodenya sangat menarik untuk disimak. You know that feeling? When you want to stop watching but your curiosity is too big to keep.
Go Back Couple dibintangi oleh Jang Na-Ra (Ma Jin-Joo) dan Son Ho-Jun (Choi Ban-Do) yang berperan sebagai sepasang suami istri. Setelah kurang lebih 10 tahun menjalani rumah tangga mereka memutuskan untuk bercerai. Tidak, jangan khawatir saya tidak akan memberi banyak bocoran tentang drama ini. No spoiler. Please lanjut baca ya!


Seperti yang teman saya bilang, dari drama ini kita bisa belajar memahami. Karena sudut pandang kita tidak selalu benar. Dari drama ini saya juga akhirnya percaya bahwa kesalahan seseorang bukan sepenuhnya kesalahan tapi bisa saja keadaan memang tidak berpihak pada kita sehingga dalam kasus tertentu kita tidak bisa mengatakan semua ini salahmu. (so, do not blame other to much ya!).
Saya berfikir drama ini cocok sekali ditonton oleh suami istri yang sedang menjalani proses meditasi sebelum perceraian. Kalau benar-benar disimak, saya yakin suami istri yang tadinya berniat untuk cerai bisa menerima opsi rujuk kembali.
Drama ini sarat akan makna dan pelajaran berharga tentang arti menghargai, saling memahami dan betapa pentingnya keluarga. Bukan. Ini bukan drama yang fake yang hanya menceritakan keluarga bahagia, ibu dan anak yang saling menyayangi, hubungan menantu dan mertua yang harmonis dan kepalsuan lainnya. Bukan sama sekali seperti itu. Justru sebaliknya drama ini memunculkan konflik yang akrab sekali dengan kehidupan nyata. Tapi jika kita menontonnya sampai episode akhir kita akan paham kenapa semua bisa seperti itu dan yang lebih penting kita bisa mengambil pelajaran berharga dari setiap konflik yang ada pada Go Back Couple. 
Go Back Couple dan Kenangan tentang Ibu
Kalau dianalogikan konflik dalam hidup saya kurang lebih sama dengan konflik batin Jung Nam-Gil yang diperankan oleh Chang Ki-Yong. Seperti dia saya juga merindukan sosok seseorang yang seperti ibu. Bukan karena saya tidak punya ibu atau ibu biologis saya sudah meninggal. Tapi karena ibu saya tidak seperti ibu bagi saya. Dalam sudut pandang saya, seorang ibu seharusnya seperti ini dan seperti itu. Namun ibu saya jauh dari ketegori ibu idaman seorang anak. 
***
Saya paham betul semua orang mempunyai kisah yang berbeda tapi jika ditanya akan sosok seorang ibu jawaban mereka hampir semuanya sama. Banyak sekali kenangan indah yang mereka lalui bersama ibu mereka. Mereka dengan mudahnya menemukan alasan untuk mencintai ibu mereka. Berbeda dengan saya. Jika mendengar kata ibu, yang terbersit dalam pikiran saya adalah perdebatan panjang, jalan pikiran yang susah dipahami, keegoisan, minim kasih sayang dan ketidakpedulian. Well, I might sound too overwhelming here but it's true.
Go Back Couple dan Kenangan tentang Ibu
Saya paham betul perasaan Jung Nam-Gil pada saat ibunya tiba-tiba muncul di tengah keramaian kampus dan berdebat dengan salah satu mahasiswa kampus tersebut. Saya paham betul kenapa dia sama sekali tidak membela ibunya justru membawanya menjauh dari keramaian. Saya juga paham kenapa pada akhirnya dia menyukai karakter Ma Jin-Joo yang sangat keibuan. Yups orang-orang seperti saya dan Jung Nam-Gil memang sangat membutuhkan sosok yang bisa mengayomi dan memberikan rasa nyaman seperti seorang ibu yang sebenarnya. That's why sometime we looks cold and unfriendly. 
Tapi seperti yang Ma Jin-Joo bilang ibumu bukan tidak mau menjadi sosok ibu yang sebenarnya. Mungkin karena dia tidak mampu untuk melakukannya. Karena menjadi seorang ibu itu sangat berat dan tidak semua orang mampu melakukannya. Pada akhirnya yang bisa kita lakukan adalah memahami. Ya! Hal inilah yang sedang coba saya lakukan sekarang. 

~ Kalau yang lain bisa sambil nangis menuliskan kisah tentang ibu mereka saya mah cukup segini saja. Special untuk mbak Chella si Guru Kecil dan mbak Noorma Fitriana inilah tulisan tentang ibu dari saya. :))

You Might Also Like

10 comments

  1. kerreeeeeeeeeeeeeeeeennn :)

    aku malah jadi bingung .. ada yang pilem india aja gak mbak? eehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang suka nonton film India itu adek-adekku mbak, kalau aku lebih suka drama Korea :D

      Delete
  2. Hemm... Spechless deh nuza... Sosok ibu yang ah..entah ya aku ga bisa bilang apa2.yg jelas sepertinya ini film recomended.nonton ah

    ReplyDelete
  3. Seperti apapun kesan ibu di mata kita, surga tetep ada di bawah telapak kaki beliau ya mbak :)
    Aku juga suka drama ini baru aja selesai nonton.

    ReplyDelete
  4. Ada banyak cerita tentang sosok ibu. Mungkin gak semua ibu bisa ideal, tau sekedar care sama anaknya. atau ada juga ibu yg tidak peduli, bahkan bermulut jahat. Tetap beliau seorang ibu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Uzha

    ReplyDelete
  5. downloadnya dimana Uz, ak tiap kali download drakor gagal melulu.
    Menceritakan sosok ibu nggak pernah ada habisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau download di website indoxxi mba, aku biasanya streaming disitu atau di viu.

      Delete