Peran Netizen Menjaga Empat Pilar Kebangsaan

By | September 19, 2017

Indonesia merdeka bukan tanpa kerja keras, bukan tanpa pengorbanan, bukan tanpa perjuangan. Tidak sedikit tumpah darah para pejuang bangsa. Mereka rela berkorban apapun demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Jika mengingat sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, rasanya hampir tidak percaya. Bagaimana mungkin bangsa sebesar ini mengalami penjajahan selama beratus-ratus tahun? Pikiran kembali menerawang, mengingat pelajaran sejarah kala masih duduk di bangku sekolah. "Pecah Belah" dua kata yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Saya mengingat sejarah dimana strategi "Devide at impera" dilancarkan para penjajah untuk menguasai negeri yang kaya ini. Hanya dengan mengadu domba para penguasa di zaman lampau, VOC berhasil memonopoli pertanian dan perkebunan nusantara. Bahkan tak kurang dari itu mereka sampai menerapkan sistim tanam paksa yang sangat merugikan para petani dan pekebun kala itu. Berakhirlah masa VOC, pemerintah Belanda mengambil alih kekuasaan VOC di tanah nusantara. Masih sama misinya yaitu menjarah pertanian Indonesia.
Apakah tidak ada perlawanan dari bangsa Indonesia? Tentu saja ada. Kita mengenal para pejuang bangsa yang berperang melawan Belanda. Kita mengenal perang Padri, perang Diponegoro, perang Aceh dan masih banyak lagi. Coba diperhatikan dari nama perang-perang tersebut. Apa yang kita temukan? perang-perang tersebut masih berjalan masing-masing daerah, masing-masing pemimpin sehingga sulit untuk dapat mengalahkan kekuatan Belanda. Itulah perjuangan masing-masing suku atau daerah dalam memperjuangkan kemerdekaan masing-masing. Hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.
Perjuangan untuk meraih kemerdekaan dimulai saat berkumandangnya sumpah pemuda. Dimana seluruh bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, berbicara dalam berbagai bahasa bersatu untuk mengikrarkan sumpah. Entah bagaimana mungkin di saat kondisi sulit, komunikasi paling maju hanya menggunakan radio, terpisahkan oleh selat, laut hingga pulau-pulau lain. Para pemuda bangsa bisa menjalin komunikasi dan bersatu memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sungguh luar biasa.
Hingga akhirnya kemerdekaan berhasil diraih, itulah berkat persatuan bangsa Indonesia yang terjalin dari berbagai suku, berbagai etnis dan berbagai agama. Maka sudah sepatutnya kita menjaga persatuan ini dalam bingkai Indonesia.

Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI

netizen semarang ngobrol bareng mpr ri
Sabtu, 16 September 2017. Netizen semarang ngobrol bareng bersama MPR RI dalam rangka mengingatkan kembali akan empat pilar kebangsaan yang saat ini sudah banyak dilupakan oleh kita. Dalam rangka menjaga bangsa ini tetap utuh, maka empat hal ini adalah pilarnya :
  1. Pancasila
  2. Undang-undang Dasar 1945
  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Bhinneka Tunggal Ika
Saya lebih suka membahas keempat pilar ini secara terbalik dari nomor empat terlebih dahulu. Karena pilar keempat ini adalah awal dari perjuangan kemerdekaan bangsa hingga memunculkan ketiga pilar yang lain.
netizen semarang ngobrol bareng mpr ri

Bhinneka Tunggal Ika

Seperti yang saya ceritakan di awal, bahwa perjuangan bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan berkat persatuan bangsa yang terdiri dari berbagai suku. Meskipun semua suku memiliki ciri fisik hingga budaya yang berbeda-beda namun besatunya semua suku telah berhasil memenangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dalam mewadahi persatuan bangsa, kehadiran sebuah negara kesatuan itu harus ada untuk mengadministrasi kepentingan bersama. Negara berperan dalam melindungi kehidupan bangsa, meyejahterakan, dan mensejahterakan, serta menjaga perdamaian.

Undang-undang Dasar 1945

Dalam mengelola negara, dibutuhkan aturan dasar sebagai kiblat bagi aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan negara. Karena dalam bernegara banyak sekali bidang yang harus dikelola sehingga melahirkan banyak sekali aturan. Untuk menjaga aturan-aturan tersebut supaya tidak melenceng dari tujuan bangsa Indonesia, maka undang-undang dasar 1945 berperan.

Pancasila

garuda pancasila
Menyatukan berbagai budaya ke dalam satu kesatuan tidak berarti meleburkan semua budaya dalam satu budaya baru. Namun dari semua budaya, ada keperibadian bangsa yang dimiliki oleh setiap suku bangsa. Inilah pancasila yang menggambarkan pribadi bangsa Indonesia. Setiap butir pancasila, bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi kita sebagai netizen kita bisa menerapkan pancasila dengan cara sebagai berikut :
  • Ketuhanan yang maha esa.

Setiap warga negara Indonesia meyakini tuhan sesuai keyakinannya masing-masing. Tidak memakasakan dalam berkeyakinan, sehingga hubungan lintas agama tetap harmonis. Saling menghormati kegiatan agama lain. Sebagai netizen yang baik, kita tidak perlu memperdebatkan soal agama. Karena memperdebatkan masalah keyakinan hanya akan menjadi debat kusir tak berujung. Dampaknya bisa sampai mengganggu hubungan pertemanan kita hingga di dunia nyata. Sekedar mengajak meningkatkan keimanan kepada teman seiman itu baik, namun mengomentari atau menilai keimanan orang lain itu bukan hak dan kewajiban kita.
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Setiap warga negara Indonesia berperikemanusiaan, memiliki adab budi pekerti yang tercermin dalam berhubungan dengan sesama warga negara Indonesia. Hendaknya kita memberikan contoh baik dalam menulis atau mengunggah segala sesuatu di sosial media. Tetap memperhatikan norma adat dan norma susila. Memberikan penilaian yang baik pada teman melalui social media itu baik, namun untuk mengkritik teman sebaiknya dilakukan melalui direct message. Hindari perilaku yang dapat merusak citra netizen lain merupakan sikap kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Persatuan Indonesia

Warga negara Indonesia mengutamakan kesatuan bangsa daripada kepentingan golongan atau suku. Kesatuanlah yang telah menjadi penopang perjuangan kemerdekaan, sehingga sudah selayaknya kita menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Bersifat toleransi dan tepo sliro (memposisikan diri pada posisi orang lain) perlu dilakukan terutama dalam berkomunikasi antara orang yang berbeda golongan. Dalam media sosial, sangat dimungkinkan terjalin komunikasi antara orang-orang yang berbeda ras dan agama. Perbedaan yang nampak bukanlah hal yang perlu dibanding-bandingkan, namun perlu dijaga kelestariaanya sebagai keragaman budaya bangsa.
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Seperti yang biasa kita lihat di acara RT atau RW di kampung kita masing-masing, bahwa musyawarah untuk mencapai mufakat adalah cara untuk menentukan keputusan bersama. Sehingga kita dapat mengambil keputusan yang baik bagi berbagai pihak yang bermusyawarah. Perwujudan sila ke empat ini juga tercermin dalam pemilihan umum yang selalu ramai sebagai pesta rakyat. Hendaknya sebagai warga net yang baik kita mempublikasikan berita-berita baik tentang calon yang kita suka. Tidak perlu menyebarkan berita buruk atau black campaign yang berpotensi dapat memecah belah bangsa kita. Siapapun wakil rakyat maupun pemimpin kita wajib kita dukung. Kita kritik jika salah, kita juga harus mengapresiasi kinerjanya.
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Silai kelima dapat kita cerminkan dalam kehidupan mulai dari diri kita sendiri. Adil kepada orang-orang sekitar kita. bersikap adil itu berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Contohnya adalah orang tidak mampu mendapat bantuan, sedangkan orang mampu membantu yang tidak mampu. Belakangan ini sedang gempar program pemerintah yang berfokus kepada pemerataan pembangunan ke daerah-daerah yang masih tertinggal. Hal ini merupakan perwujudan sila ke lima. Sebagai netizen yang baik kita bisa mendukung program tersebut dengan turut serta mempublikasikannya di media sosial maupaun blog. Dengan dukungan dari warga net, diharpkan pemerintah bisa lebih termotifasi lagi dalam merampungkan pembangunan-pembangunan tersebut.

Begitulah kira-kira penerapan pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai warga net Indonesia. Jangan lupa juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang beragam ini kepada warga seluruh dunia. Share segala sesuatu yang baik, periksa kevalidan informasi yang diperoleh. Begiulah sikap warga net seharusnya.

You Might Also Like

4 comments

  1. Betul banget pesona Indonesia bikin bangsa ini kaya akan budaya dan kekayaan alamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena itu mari menjaga keragaman budaya bangsa kita dengan cara apapun yang bisa kita mulai dari diri kita sendiri.

      Delete
  2. Kalau menilik kemabali sejarah bangsa Indonesia miris ya? Bangsa sebesar dan semakmur ini tunduk ratusan tahun dalam genggaman penjajah :( Setelah merdeka apakah kita sebagai generasi penerus bangsa mau melupakan begitu saja perjuangan pahlawan bangsa kita tercinta ini?
    Ayo pupuk kembali rasa kesatuan dan persatuan bangsa, masa cuma gegara isu SARA kita mau sih dipecah belah lagi? Mikir!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju.. makanya sebagai netizen yang sadar akan bahaya hoax, sebisa mungkin turut berperan melawan hoax. Demi menjaga persatuan.

      Delete