Sahabat Blak-Blakan

By | Juni 19, 2017

sahabat tkj blak-blakan
Sahabat Blak-Blakan
satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan

Jika ditanya masa-masa mana yang paling membahagiakan dan sulit terlupakan dalam hidup kita, maka saya akan menjawab masa ketika saya masih berseragam putih abu-abu. Karena pada masa itu saya dipertemukan dengan satu keluarga besar yang sangat berharga. 


Di sana tersimpan banyak sekali cerita, cinta, canda, tawa dan duka. Drama anak SMK klasik seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan, pacaran, putus, gonta-ganti pacar, guru idola, anak nakal, anak baik, ada juga yang rajin dan sok pintar. Persahabatan beda agama yang kadang juga diwarnai dengan sedikit isu intoleran. Lawan dan sahabat yang tiba-tiba menjadi akrab menjelang Ujian Nasional. Dimana reaksi redoks dikaitkan dengan sendok, saat hidung disebut mirip dengan bakso Podomoro dan tempe yang bisa berjalan. Ah ya, ada lagi satu panggilan favorit tokek yang identik dengan salah satu teman saya waktu itu. Anehnya semua sebutan dan panggilan itu justru membuat kita semakin akrab.
Dulu, tiga tahun lamanya kita berada di dalam ruang belajar yang sama. Bosan? Tidak juga. Karena setiap hari ada saja kejutan yang bisa membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Pada saat menulis ini, memori acak berseliweran di benak saya. Guru matematika yang fasih sekali ketika bilang go-blog! (dalam tanda kutip), bapak guru ganteng yang pintar bermain musik, zuma, burger, cooking academi, jamur, tangga, toolman, jadwal piket, UKS, senam jumat pagi, antrian sholat, berjalan dengan mulut, Man Sono, DKS, dacun, romo, ristek, tutup pintu dari luar, mukjijat, adegan ketika buku salah satu teman kita disobek atau ketika, jalan dengklang, kantin, indomie, mie sedap kari special, tower air, toilet, pak Hendro, guru sakti yang bisa menghilang pada siang hari, jalan jongkok, lab komputer, wearpack, panjat tower, winbox, server dan masih banyak lagi.
Tiga tahun lamanya mengenal satu sama lain, membuat kita menjadi keluarga TKJ Blak-Blakan yang hingga kini setelah berpisah 5 tahun lamanya kita masih terus menyempatkan bertemu satu tahun sekali pada saat buka puasa bersama di rumah Puji. Hiks, setiap tahun saya selalu sempatkan untuk datang tapi tahun ini tidak datang karena ada miss dari diri saya sendiri.
Saya tahu ini tulisan ngawur sekali dan tidak ada arah muaranya sampai kemana, saya menulis ini untuk memenuhi tantangan menulis dengan tema sahabat yang diberikan oleh Mbak Agustina dan Mbak Nunung pada arisan blog periode ke 4 Blogger Gandjel Rel Semarang.
Karena setiap mendengar kata sahabat, saya merasa tidak punya satupun sahabat di dunia ini tapi jika ingat masa-masa bersama kalian saya rasa semua itu lebih dari cukup untuk menggambarkan tentang arti persahabatan. T.T saya merasa cheesy sekali menulis ini wkwkwkw... terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca. :*

saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi... (huh) hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan... kau tahu, kawan... kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan 

You Might Also Like

2 komentar

  1. putih abu-abu memang bikin kangen dek Ujha... kamu baru lima tahun, lah aku sudah berkali lipatnya aja kalau kumpul sesama putih abu abu dulu ya perasaan umur masih sma teruss.. hihii

    BalasHapus