Nuzuha: Branding Clothing Line Sendiri

By | September 05, 2017

Bisnis rumahan impianku | sejak dulu saya sering sekali mencoba untuk memulai usaha kecil-kecilan yang bisa menghasilkan tambahan uang jajan tapi semua usaha tersebut kandas di tengah jalan karena saya tidak pintar mengelola keuangan. Pernah suatu ketika saya jualan pulsa tapi uang hasil berjualan pulsa kecampur dengan uang jajan sampai akhirnya habis tak bersisa, buakannya untung malah buntung. Waktu itu malah saya sampai mempunyai tunggakan utang yang belum disetor ke agen. Padahal bisnis ini bisa dimulai dengan modal 0 rupiah tapi karena pada waktu itu saya kurang serius menjalaninya jadi ya gitu deh! Ujungnya ga enak. 
Kemudian saya juga pernah jadi drop-ship salah satu toko online langganan saya. Saya suka kualitas baju di toko tersebut dan model bajunya juga bagus-bagus banget, tapi harganya lumayan mahal. Saya ingat sekali waktu itu hanya melayani dua orang saja dan bablasss ga dilanjutin karena saya salah pangsa pasar. Jadi pada saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa di kota kecil. Pangsa pasar saya ya terbatas hanya pada lingkaran sosial saya pada saat itu saja. Teman-teman kuliah, teman organisasi, teman SD, teman SMP dan teman SMK. Namanya mahasiswa ya uangnya pas-pasan boro-boro buat beli baju mahal buat uang jajan saja kalau ada sudah seneng banget. 
Yang ketiga dan masih baru banget nih saya coba jadi reseller salah satu merk sepatu lokal. Ini sih belum jalan tapi sudah berhenti. Hah? Kok bisa? Iya jadi sebelum mulai berinvestasi pada brand baru saya coba tes dulu kualitasnya dengan cara membeli untuk dipakai sendiri. Tapi pas saya pakai kok kurang nyaman ya... pertama kali coba ga pakai kaos kaki asal pakai saja. Baru dipakai buat jalan keliling kantor lha kok tumit kaki kiri saya lecet dan berdarah :( padahal kaki kanan enak-enak aja tuh. Besoknya saya coba pakai kaos kaki, wah enak nih tapi kok enaknya sebentar tok lama-lama ya kerasa sakit lagi dan bener aja setelah lepas kaos kaki tumit kiri saya lecet lagi T_T.  Padahal ukurannya sudah lebih besar satu angka dibanding ukuran sepatu saya biasanya dan modelnya bagus banget keliatan mentereng dan gaya tapi tetep kalem kalau dipakai. Dari segi harga dan estetisnya sudah sangat memenuhi kriteria tapi dari segi kenyamanannya BIG NO. Buat apa beli sepatu bagus tapi dipakai ga nyaman? 
Jadilah bisnis impian saya gagal lagi gagal lagi. Tapi walaupun demikian saya tetap semangat untuk berbisnis lagi sambil belajar dan membentuk jejaring baru di kota baru, semoga saja ada rejekinya. Sebenarnya sudah ada ide untuk menjalankan bisnis branding clothing line sih tapi masih belum tereksekusi. 
Ide bisnis ini muncul setelah ibu saya menjalankan bisnis konveksi pakaian yang sebelumnya pernah dijalani. Keluarga besar ibu saya adalah seorang pebisnis. Bisnis keluarganya cukup besar dan turun-temurun. Sejak masih gadis ibu saya sudah mulai merisntis usahanya mulai dari membantu usaha kakek dan nenek sampai turun tangan menggarap produksi sendiri. Namun sayang setelah menikah entah apa pertimbangannya bisnis ibu waktu itu harus dihentikan. 
Berbeda dengan ibu, keluarga besar ayah saya adalah seorang cendikia dan pekerja (apasih?). Sanak saudara dari ayah lebih banyak mengabdi untuk negara di bidang pendidikan misalnya. Ayah saya sendiri adalah seorang dosen, pak de seorang kepala sekolah dan om saya bekerja di perusahaan kimia. Pada saat itu jarang ada yang terjun ke dunia bisnis entahlah mungkin mereka sudah cukup makmur dengan semua itu. 
Tak disangka tak dinyana ayah saya terkena kanker dan meninggal dunia. Ibu masih punya tanggungan saya yang belum lulus kuliah dan dua adik saya yang duduk di bangku SD & SMP. Mau tidak mau ibu harus putar otak agar uang yang ditinggalkan ayah saya cukup untuk membiayai kehidupan kita. Sudah banyak usaha yang di coba mulai dari buka warung kelontong, persewaan mobil pick up, jualan alat untuk keperluan konveksi sampai dengan mencoba berbisnis konveksi (tapi tidak jalan sendiri melainkan menitipkan modal kepada orang lain yang merupakan keluarga dekat). Tapi hasilnya tidak seberapa, bahkan terancam mengalami pailit. 
Untung saja ibu cepat tanggap membaca keadaan, tahu bisnis konveksi yang modalnya lumayan itu tidak membuahkan hasil yang diinginkan pada akhirnya ibu memutuskan untuk menarik modal dan menjalankan bisnis itu sendiri. Akibatnya bisnis sambilan lain terpaksa harus dihentikan. Saat ini ibu fokus menjalani bisnis konveksinya dan puji syukur bisnisnya berjalan lancar. 
Saat ini ibu mempunyai sumber daya yang cukup untuk menghasilkan berkodi-kodi pakaian setiap minggunya. Ibu menggarap pesanan orang dan nantinya baju yang dibuat oleh ibu dan beberapa orang karyawannya berakhir di toko serba tiga puluh lima ribu atau di pasar Johar (ya ga beneran di pasar Johar juga sih, buat perumpamaan saja). 
Melihat potensi yang ibu punya saya jadi pengen membuat produk saya sendiri. Itung-itung jadi konsumen jasanya ibu. Belanja bahan baku sendiri, diproduksi sendiri dan dipasarkan sendiri dengan brand yang dibuat sendiri, jadi model sendiri dan meng-endorse teman-teman sendiri. *eaaaa
clothing design
Kira-kira model bajunya seperti ini untuk non hijab
clothing design hijab
dan seperti ini untuk yang berhijab
Konsep clothing line saya sendiri akan dibuat model monochrome chic untuk style hijab dan non hijab. Kan banyak tuh sekarang selebgram yang juga mulai memasarkan bajunya sendiri seperti NCP atau Nisa Cookie Project yang model-model bajunya simple dan ciamik banget. Untuk awal-awal mungkin bisa mulai dengan memproduksi celana, baju atau hijab saja kalau sudah rame baru memproduksi satu setel pakaian dengan konsep dan edisi khusus. Sambil nunggu terkenal bisa mulai membangun brand awareness dari nol banget. Setiap baju produksi sendiri saya kasih label Nuzuha yang ditulis dengan huruf katakana, gatau kenapa suka banget dengan nama itu. Nuzuha sebenarnya diambil dari nama saya sendiri "Nuzha" yang diadaptasi ke bahasa Jepang menjadi Nuzuha. Kenapa harus diadaptasi ke bahasa Jepang? Ga ada maksud khusus sih tapi kalau melihat budaya orang Jepang yang pekerja keras dan kualitas produk buatan Jepang yang sudah diakui dimana-mana harapannya semua itu juga bisa dicontoh oleh saya selaku perintis brand Nuzuha tersebut. 
Kayanya kalau diomongin aja sih gampang ya, eksekusinya yang susah. LOL dan memang butuh modal sik makanya serkarang kerja dulu sambil ngumpulin modal baru kalau sudah terkumpul uangnya buat jalan-jalan lho?! buat jalanin bisnis maksudnya. 

~ Terimakasih untuk pemenang arisan blog Gandjel Rel periode 9 (Wahyu Widya & BunSal) dengan tema bisnis rumahan impian yang secara halus memaksa saya untuk menuliskan bisnis impian saya ya walaupun sambil curcol juga... :D

You Might Also Like

1 komentar

  1. Sukses Mbak, teman juga punya bisnis clothing, baca postingannya jadi inget teman lama. Hehehe. Semoga segera terlaksana ya :)

    BalasHapus