Explore Wisata Alam - Petungkriyono

By | Agustus 06, 2017



Wisata alam menjadi tujuan favorit warga perkotaan untuk menyegarkan pikiran. Pasalnya rutinitas sehari-hari di perkotaan menyebabkan pikiran menjadi stres. Jika kamu merasakan tanda-tanda stres, atau lelah berpikir terus menerus maka sebaikanya kamu menyegarkan kembali pikiranmu dengan cara liburan. Tentu saja liburan yang jauh dari suasana perkotaan dan rutinitas sehari-hari, maka wisata alam adalah pilihan paling tepat.
Bagi kalian yang hendak berlibur terutama yang tinggal di Jawa, saya bagi info wisata alam yang paling alami. Baru saja hari Sabtu, 05 Agustus 2017 saya bersama explorer se-Indonesia menjelajah alam Petungkriyono. Letaknya di bagian selatan Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Salah satu kecamatan di Kota Legenda Batik Nusantara ini merupakan paru-paru Pulau Jawa. Lebih dari 5000 Ha atau 84% dari total luas wilayahnya adalah hutan dan hanya 16% saja yang menjadi pemukiman. Wilayah ini juga berada di dataran tinggi di kaki Gunung Rogojembangan. Karena keindahannya yang berada di dataran tinggi, wisata alam Petungkriyono disebut-sebut sebagai “Surga di Atas Awan”.

Ada objek wisata apa di Petungkriyono?

Kemarin saya hanya berhasil explore 6 spot menarik di sana, beberapa di antaranya objek wisata, dan beberapa yang lain bukan. Nanti saya ceritakan juga di artikel ini. Namun berdasarkan informasi yang saya dapat dari seorang guide yang bernama Mas Anto, ada sembilan objek wisata, dan banyak sekali spot-spot yang juga rekomended banget untuk dikunjungi. Menurut penuturannya masih banyak potensi wisata di Petungkriyono, namun pengembangan objek wisata dilakukan bertahap.

Spot pertama, Gerbang masuk Petungkriyono.


Setiap pengunjung yang datang ke Petungkriyono akan disambut dengan gerbang masuk Petungkriyono yang menarik juga untuk foto-foto. Kemarin kami juga disambut dengan tari daerah loh. Sayangnya saya lupa tanya judul tariannya apa. Hehehee
Satu lagi penyambutan yang sangat langka, kedatangan explorer juga disambut oleh elang jawa yang terbang berputar-putar di angkasa. Sayang sekali kemampuan kamera terbatas, gak bisa zoom sampe jelas.

Spot kedua, Curug Sibedug.


Curug sibedug berjarak sekitar 6 Km dari gerbang masuk Petungkriyono atau sekitar 23 menit menggunakan mobil. Curug ini berada di pinggir jalan dan tidak dijadikan objek wisata sehingga kamu tidak perlu merogoh kocek untuk menikmati panorama alam di sini. Tenang saja, lokasinya tetap ditata rapi, bersih, terawat dan cocok jadi spot foto. Karena itulah saya juga sempatkan ambil beberapa foto di sini.

Spot ketiga, Jembatan Sipingit.



5 menit melanjutkan perjalanan, sampailah pada jembatan sipingit. Spot ini menarik sekali karena tepat sebelum sungai ada terasering yang hanya dapat ditemukan di persawahan yang berada di daerah perbukitan. Bagi kalian yang tinggal di dataran rendah, apa lagi daerah perkotaan maka pemandangan ini merupakan pemandangan yang langka. Sayang sekali kebetulan saat ini adalah masa-masa pasca panen dan belum memasuki masa tanam kembali. Sehingga hijaunya padi-padian tidak bisa kita dapatkan. Jadi setelah mengambil beberapa foto terasering, saya justru mengambil foto tanaman liar di sekitar. Hehehee

Sebenarnya icon utama pada spot ini adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro berkapasitas 22 KW. Pembangkit ini mampu menyediakan energi listrik bagi 3 dusun yang berada di Desa Kayupuring.

Spot keempat, Kali Welo.


Kali ini yang kami explore adalah objek wisata, yang telah dikelola dengan baik oleh para pemuda setempat. Berjarak sekitar 8 Km atau sekitar 35 menit perjalanan dari gerbang utama. Icon utama dari objek wisata kali welo adalah semburan air setinggi kurang lebih 5 meter dari tanah secara alami. Namun selain itu, ada juga rafting, tubing dsb. Bagi kalian yang berkeluarga dan memabawa seorang anak, tersedia juga pemandian dengan kolam pancur untuk anak-anak. Objek wisata ini juga gak ketinggalan ngehits karena ada beberapa spot foto selfie dari ketinggian.

Spot kelima, Curug Bajing.

Perjalanan ke curug bajing cukup jauh, jaraknya mencapai 20 Km dari gerbang masuk Petungkriyono, namun perjalanan panjang tidak terasa karena sepanjang perjalanan banyak spot-spot menarik untuk dikunjungi, sekaligus menjadi tempat istirahat. Ada juga objek wisata lain yang dilalui dalam perjalanan seperti kali welo dan curug lawe.
Untungnya perjalanan panjang hanya saat berkendara saja. Karena curug bajing ini beda dengan yang lain, hanya perlu 10 menit jalan kaki dari pintu masuk curug untuk sampai di lokasi air terjun. Jalan yang dilalui juga tidak curam dan tertata rapi. Tidak seperti kebanyakan curug pada umumnya yang perlu berjalan kaki jauh dari tempat parkir.
Di dekat curug terdapat gazebo besar untuk beristirahat menikmati pemandangan curug yang mengalir dari ketinggian. Di sekitarnya tertata rapi taman bunga yang semakin menambah keindahan pemandangan sekitar. Menurut penuturan pihak pengelola, kedepan akan dibuat wisata edukasi berkebun bunga bagi anak-anak.
curug bajing petungkriyono
Curug Bajing dari Kejauhan

jalan menuju curug bajing petungkriyono
Jalan Menuju Curug Bajing

curug bajing petungkriyono
Curug Bajing

Spot keenam, Curug Lawe.

Saya terkejut saat tiba di objek wisata curug lawe, karena kedatangan kami disambut oleh group Rampak Santri Al Fusha. Berbagai lagu religi yang diiringi dengan musik marching band dinyanyikan oleh group ini. Tak ketinggalan pula tarian mereka tampilkan berjajar di sepanjang jalan dari pintu masuk curug.
Rampak Santri
Rampak Santri Al Fusha

Sayang sekali kami sampai di sini sudah terlalu sore. Karena membutuhkan waktu 2 jam jalan kaki untuk sampai di lokasi curug, kamipun tidak punya cukup waktu untuk menuju ke sana. Padahal menurut penuturan guide kami, curug ini sangat indah dan terdapat beberapa curug di lokasi ini.
Jangan bersedih dulu deh, karena meskipun tidak sampai di curug, ada beberapa yang bisa kita explore di sini. Di objek wisata ini terdapat camp ground, disertai fasilitas mushola dan toilet serta area bermain yang ramah anak. Ada juga rumah pohon selfie biar tetep kekinian upload di social media.

Objek Wisata lain

Sebenarnya ada beberapa objek wisata lain yang rekomended untuk dikunjungi. Namun karena kehabisan waktu, kami para explorer mengakhiri petualangan kami di curug lawe. Menurut penuturan tour guide, ada beberapa objek wisata lainnya yaitu:
    1. Hutan Soko Kembang
    2. Curug Muncar
    3. Puncak Kendalisodo
    4. Puncak Tugu
    5. Gunung Rogojembangan

      Over All

      Explore Petungkriyono sangat berkesan bagi saya, lokasi masih sangat alami, sejuk, bersih, dan rapi. Warga sekitar orangnya ramah-ramah dan bergotong royong. Bahkan menurut penuturan seorang warga, mereka bergotong royong dalam menata setiap objek wisata. Meskipun baru berumur satu tahun, namun pengelolaan objek wisata sudah baik.
      Saya ingin berpesan bagi kalian yang ingin berwisata di Petungkriyono, mohon jaga kebersihan dan kelestarian flora dan fauna yang ada di hutan Petungkriyono. Bagi warga sekitar, tetaplah bersemangat dalam melestarikan hutan Petungkriyono. Kami menitipkan paru-paru pulau Jawa pada anda-anda semua. Kami juga berpesan kepada pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan dan Provinsi Jawa Tengah, supaya memperbaiki jalan-jalan di Petungkriyono yang kondisinya sudah banyak kerusakan. Mohon dalam membangun infrastruktur di kawasan ini tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Terimakasih.

      You Might Also Like

      3 komentar

      1. Okee, infonya komplit, ntar bakal jjs ke Petung Kriyono bareng keluarga. Mupeng sih lihat kalian pamerin foto2 kece 😄 oiya ada penginapan kah deket sana

        BalasHapus
      2. Jadi pengen menjelajah petungkriyo pekalongan nih, ada anggun paris ya gak capek kan jadinya, huum ada penginapan gak sekitar sana ya 😊

        BalasHapus